NEWS AND INFORMATION ABOUT THE HEALTH OF MEDICINES AND NURSING
Showing posts with label Health in indonesian. Show all posts
Showing posts with label Health in indonesian. Show all posts

Tuesday, March 27, 2012

Mendengkur pada anak-anak dan masalah prilaku anak


Tidak semua yang kita lihat pada anak yang sedang tidur sesuai dengan pandangan mata kita mereka tampaknya tidur tenangnya sambil memeluk boneka kesayangannya.
Bagi beberapa anak, tidur bukan merupakan sesuatu hala yang menyenangakan,terkadang mereka mendengkur dan kadang berhenti nafas selama beberapa detik kemudian pulih dengan terengah-engah.
Ada sebuah penelitianbaru tentang jurnal pediatric (ilmu anak),masalah tidur seperti ini sering dihubungkan dengan  dengan kemungkinan anak akan mengalami gangguan perilaku seperti Hiperaktif,terlalu agresif,cemas dan tertekan.
 
Pada orang dewasa, masalah tidur tersebut sering dihubungkan dengan kantuk disiang hari,kecelakaan,perkembangan tekanann darah tinggi,jantung,diabetes dan gangguan kronis lainnya.sedangkan pada anak hal ini kurang dipahami dengan baik.


Para peneliti dari Albert Einstein College of Medicine di New York meneliti mengenai kesehatan dan pengembangan lebih dari 11.000 anak yang lahir di Inggris barat daya antara April 1991 dan Desember 1992. Orang tua mereka secara berkala menjawab kuesioner tentang kesehatan dan perilaku.

Dalam studi tersebut, sekitar setengah dari anak-anak diidentifikasi memiliki kesulitan bernapas saat tidur.

Penelitian lain menyebutkan jumlah jauh lebih rendah, antara 5% dan 10%.mengalami masalah ini.
Anak-anak dalam studi yang memiliki kesulitan bernapas saat tidur dari 6 bulan dan seterusnya,lebih beresiko mengalami masalah perilaku dari anak yang usia 7 yang bernafas normal pada waktu tidurnya.

 
"Masalah pernapasan"

 pernapasan mulut, mendengkur,dan apnea.
 Apnea adalah istilah medis untuk berhentinya nafas secara sementara  tidur, biasanya karena saluran napas yang menyempit, diblokir, atau tertutup.

Apa hubungannya?
Masuk akal bahwa anak-anak yang mendengkur atau yang memiliki apnea tidur lebih cenderung mengantuk di siang hari.

 Tapi bagaimana mendengkur atau apnea berkontribusi pada masalah perilaku atau emosional?
Otak melakukan banyak tumbuh dan berkembang selama masa bayi dan anak-anak. Ada kemungkinan bahwa masalah pernapasan malam hari selama tahun-tahun perkembangan anak menurunkan pasokan oksigen ke otak. Yang dapat mengganggu perkembangan jalur yang mengendalikan perilaku dan suasana hati. Hal ini juga mungkin bahwa masalah pernapasan mengganggu tidur, dan itu tidur terganggu dan menyebabkan perkembangan otak


Apakah pengobatan yang dibutuhkan?

Dalam studi Pediatrics,setengah dari anak-anak diidentifikasi memiliki kesulitan bernapas saat tidur. Penelitian lain menyebutkan  antara 5% dan 10%.

Ada banyak alasan seorang anak mungkin mengalami kesulitan bernapas saat tidur.
 Pilek dan alergi tentu berhubungan dengan hal ini.kegemukan dapat menjadi hal yang serius, menyebabkan jaringan di saluran napas runtuh saat tidur, menghalangi aliran udara. 
Dua lainnya yang diakui dengan baik penyebabnya adalah pembesaran amandel atau kelenjar gondok.

Jika anak Anda memiliki masalah yang mungkin berkaitan dengan tidur-gangguan pernapasan, seperti kantuk di siang hari, kinerja yang buruk di sekolah, atau kadang mengompol, maka pengobatan terpenting adalah menemukan akar penyebab masalah pernapasan. Jika alergi terhadap debu atau bahan tempat tidur adalah penyebabnya.

kemudian menghilangkan atau meminimalkan paparan mungkin semua yang dibutuhkan. 
 operasi untuk mengangkat pembesaran amandel atau kelenjar gondok.

Tapi hal itu tidak masuk akal untuk beralih ke operasi untuk sesuatu yang mungkin terjadi, seperti perkembangan masalah perilaku atau emosional.

Studi Pediatrics hanya menunjukkan hubungan antara tidur-gangguan pernapasan dan masalah prilaku  ini.Tidak bisa menunjukkan bahwa tidur-gangguan pernapasan menyebabkan mereka.

Namun, penelitian menegaskan bahwa penting untuk memperhatikan pernapasan anak Anda saat tidur. Biarkan dokter Anda tahu jika anak Anda mendengkur atau sebentar berhenti bernapas.
Read More..

Monday, March 26, 2012

Tomcat / Serangga federus

Anda sudah mengetahui atau mendengar tentang  serangga Pederus atau yang biasa terkenal dengan sebutan tomcat,nah beberapa hari ini ada info dari departemen kesehatan RI tentang bahaya dan kejadian yang berhubungan dengan serangga ini.
Berdasarkan hasil investigasi ke lapangan, semua kasus kontak dengan serangga Paederus tidak ada yang dirawat inap, hanya menjalani rawat jalan. Kondisi pasien telah membaik dalam waktu 3-4 hari pasca terapi. 
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL), Prof dr Tjandra Yoga Aditama  SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE yang diterima Pusat Komunikasi    Publik, Kamis (22/3/12), terkait kasus serangga Tomcat.





Prof. dr. Tjandra mengatakan, tim dari Ditjen  PP dan PL Kemenkes bersama Dinas Kesehatan setempat telah melakukan investigasi untuk Penanggulangan Kasus Gigitan Serangga Tomcat di Jawa Timur.

Tim yang diturunkan untuk meninjau langsung ke lapangan terdiri dari ahli surveilans epidemiologi, entomologi, dan lain-lain.

“Hasil investigasi menemukan, populasi Paederus sp. dalam kepadatan yang rendah, tiap lokasi hanya ditemukan 10-20 ekor”, ujar Prof. dr. Tjandra.

Prof dr Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, sebagai upaya pencegahan, masyarakat disarankan melakukan personal protection menggunakan insektisida formulasi aerosol yang dijual bebas di pasaran.

“Insektisida pada populasi yang sedikit telah kita buktikan sangat efektif mampu membunuh Paederus (mati 30-60 menit pasca aplikasi insektisida), asalkan penyemprotannya dipastikan terkena langsung pada Paederus”, terang Prof. dr. Tjandra.

Lebih lanjut dikatakan, sarana kesehatan dan peralatan pada dasarnya lengkap tersedia seperti Dinkes Kota Surabaya misalnya telah menyiapkan 62 Puskesmas untuk layanan ke masyarakat.

nah jadi kita tidak perlu resah lagi dengan adanya seranggga federus ini hanya dengan menggunakan aerosol kita bisa membasminya,dan bagi penderita yang sudah terkena gigitan serangga ini pun hanya bersipa sementara dan tidak berbahaya,demikian info tentang si "tomcat" yang lagi ngetren ini semoga bermanfaat :).

sumber :  kontak@depkes.go.id. 
Read More..

Sunday, March 25, 2012

Mengenal autisme anak sejak dini .









Orang tua dan keluarga ada orang yang pertama kali dan paling dekat dengan anak,oleh karena itu orang tua sangat berpengaruh sekali terhadap kesehatan dan perkembangan anak,baik dalam hal peningkatan kesehatan,pencegahan penyakit maupun menemukan gejala-gejala penyakit pada anak.


Autisme ada lah salah satu dari bebrapa kelainan perkembangan pada anak dan dapat diatasi secara dini dengan peran orang tua dan keluarga,tentunya dalam hal ini orangtua berperan penting dalam menemukan gejal-gejala autisme secara dini sejak anak lahir.
dibawah ini sedikit saya terangkan tentang gejala dan penanganan yang bisa orang tua lakukan bagi anak yang autisme.


Mengenai Autisme, 
Autis adalah kelainan perkembangan saraf yang sangat beragam yang ditandai dengan adanya tiga gejala, yaitu gangguan interaksi sosial, komunikasi, dan tingkah laku terbatas dan berulang, yang terjadi sebelum usia anak tiga tahun.

Gangguan perkembangan sosial:
1. Gejala pada bayi
Kurang perhatian terhadap rangsangan sosial, jarang tersenyum dan melihat seseorang, tidak ada
tanggapan saat dipanggil.


2. Gejala pada balita
- kurang kontak mata, tidak ada komunikasi timbal balik, berkomunikasi dengan menggunakan tangan orang lain (tidak menunjuk, tetapi menarik tangan orang lain)
- Pada usia 3-5 tahun dapat terjadi kesulitan dalam bermain dengan teman sebaya, mendekati orang secara spontan, meniru, bereaksi secara emosional, berkomunikasi non verbal bergiliran dengan orang lain.

3. Anak yang lebih besar dan dewasa mengalami kesulitan dalam mengenali wajah sedih, gembira, atau marah.
Gangguan perlembangan komunikasi:
1. Gangguan komunikasi dapat terjadi sejak tahun pertama kehidupan berupa terlambat mengoceh, tidak bisa menunjuk, tidak bereaksi bila dipanggil
2. Pada usia 2-3 tahun biasanya anak autis:
- Jarang mengoceh
- Tidak dapat menggunakan kata
- Tidak dapat merangkai kata
- Bahasa tubuh tidak sesuai dengan kata
- Jarang meminta dan membicarakan pengalaman
- Lebih sering meniru tanpa arti
- Tidak dapat bermain pura-pura (masak-masakan, bermain boneka)


Gangguan tingkah laku:
Gangguan tingkah laku yang terjadi dapat berupa:
1. Melakukan gerakan tidak bertujuan yang diulang-ulang seperti menggerak-gerakkan tangan
2. Tidak mau melakukan hal yang berbeda
3. Mengerjakan sesuatu secara rutin/kaku terhadap kebiasaan
4. Bertingkah laku terbatas
5. Menyakiti diri sendiri

Kelainan lain yang dapat menyertai Autis:
1. Gangguan sensorik, misalnya tidak mengenal rasa nyeri dan tidak tahu bahaya
2. Gangguan sistem gerak berupa lemahnya otot, buruknya keterampilan gerak, berjalan jinjit, gangguan keserasian gerak
3. Terdapat pemusatan perhatian yang berlebihan pada sesuatu, seperti senang melihat benda yang berputar, senang mendengar suara hujan

Sebagian orang tua mengenal munculnya gejala autis pada anak usia 18 bulan, padahal gejala awal telah dapat dikenali pada usia lebih dini, seperti:

a. Tidak ada kontak mata pada saat menyusu
b. Tidak dapat mengoceh pada usia 12 bulan
c. Tidak menunjukan komunikasi dengan isyarat seperti menunjuk, melambaikan tangan pada usia 12 bulan
d. Belum dapat bicara satu kata pada usia 16 bulan
e. Kehilangan keterampilan bahasa atau interaksi pada setiap tahap perkembangan

Langkah yang harus dilakukan orang tua atau keluarga:

1. Apabila ada gangguan tersebut di atas, periksakan anak untuk penilaian lanjutan
2. Gunakan cara penanganan yang sesuai dengan kondisi anak karena penanganan anak akan berbeda sesuai dengan kondisinya
3. Mintalah bantuan tenaga kesehatan untuk menentukan cara penanganan yang tepat
4. Lakukan penanganan tingkah laku dan kecerdasan pada usia dini melalui program pendidikan khusus yang terus-menerus sehingga membantu anak autis meningkatkan kemandirian, kemampuan interaksi sosial, keterampilan komunikasi, serta mengurangi gangguan tingkah laku
5. Berikan obat sesuai anjuran dokter
6. Jangan menunda pengobatan karena akan berpengaruh pada perkembangan selanjutnya



sumber : Dirjen kesehatan anak.Depkes RI 


Read More..

Saturday, March 24, 2012

Vitamin K,darah dan tulang


SUATU ketika anak Anda tiba-tiba terpental dari sepeda. Betisnya tergores sehingga meneteskan darah. Luka kecil itu lalu dibersihkan memakai kapas sambil sedikit ditekan.  Tak lama, darah pun berhenti menetes dan luka ringan itu ditutup  plester supaya anak bermain sepeda lagi.
Apa yang membuat darah berhenti menetes dengan sendirinya sehingga Anda tak perlu repor mengatasinya? Ya.. Itulah salah satu kegunaan penting vitamin K. Vitamin ini merupakan kebutuhan vital untuk sintesis beberapa protein termasuk dalam pembekuan darah.  Disebut juga vitamin koagulasi, vitamin ini bertugas menjaga konsitensi aliran darah dan membekukannya saat diperlukan. Vitamin yang larut dalam lemak ini juga berperan penting dalam pembentukan tulang dan pemeliharaan ginjal.

Jenisnya
Vitamin K terdapat dalam tiga bentuk berbeda.  Pertama adalah vitamin K1 atau phylloquinone, yaitu jenis yang ditemukan dan dihasilkan tumbuhan.  Kedua adalah K2 atau disebut juga dengan menaquinone, yang dihasilan bakteri menguntungkan dalam sistem pencernaan. Dan yang ketiga adalah K3 atau menadione yang merupakan vitamin buatan bagi mereka yang tak mampu menyerap dari  makanan.
Seluruh vitamin K dalam tubuh Anda diproses dalam liver di mana nantinya akan digunakan untuk memproduksi zat yang membuat darah Anda bisa membeku.  Selain berperan dalam pembekuan, vitamin ini juga penting untuk pembentukan tulang terutama jenis K1.   Vitamin K1 diperlukan supaya penyerapan kalsium bagi tulang menjadi maksimal dan memastikan tidak salah sasaran.   
Berapa kebutuhannya?    
Menurut standar RDA (Recommended  Dietary Allowance), kebutuhan vitamin K seseorang tergantung dari berat badannya.  Untuk dewasa, setidaknya membutuhkan 1 mikrogram setiap hari per kg berat badan.  Jadi, kalau berat badan Anda 50 kg maka kebutuhan perharinya mencapai 50 mikrogram.
Sumber vitamin K   
Untuk memenuhi kebutuhan vitamin K terbilang cukup mudah karena selain jumlahnya  terbilang kecil,  sistem pencernaan kita mengandung bakteri yang mampu mensintesis vitamin K yang sebagian diserap dan disimpan didalam hati.  Namun begitu tubuh pun perlu mendapat tambahan vitamin K dari makanan.
Kebanyakan sumber vitamin K didalam tubuh adalah hasil sintesis oleh bakteri di dalam sistem pencernaan, namun Anda dapat memperoleh vitamin K dari makanan  seperti hati, sayur-sayuran berwarna hijau yang berdaun banyak, sayuran sejenis kobis (kol) dan susu.
Vitamin K dalam konsentrasi tinggi juga ditemukan pada susu kedelai, teh hijau, susu sapi, serta daging sapi dan hati. Jenis-jenis makanan probiotik, seperti yoghurt yang mengandung bakteri sehat aktif, bisa membantu menstimulasi produksi vitamin ini.
Gejala Kekurangan
Jika vitamin K tidak terdapat dalam tubuh, darah tidak dapat membeku. Hal ini dapat meyebabkan pendarahan atau hemoragik.  Bagaimanapun, kekurangan vitamin K jarang terjadi  karena hampir semua orag memperolehnya dari bakteri dalam usus dan dari makanan.  Namun kekurangan bisa terjadi pada bayi karena sistem pencernaan mereka masih steril dan tidak mengandung bakteri yang dapat mensintesis vitamin K, air susu ibu mengandung hanya sejumlah kecil vitamin K. Untuk itu bayi diberi sejumlah vitamin K saat lahir.
Pada dewasa, kekurangan dapat terjadi karena minimnya konsumsi sayuran atau mengonsumsi antobiotik terlalu lama.  Antibiotik dapat membunuh bakteri menguntungkan dalam usus yang memproduksi vitamin K. Terkadang kekurangan vitamin K disebabkan oleh penyakit liver atau masalah pencernaan.  
Keracunan
Anda juga bisa mengalami keracunan vitamin K.  Ini terjadi hanya pada orang yang menerima pengganti vitamin K larut air.  Gejala-gejalanya adalah hemolisis (penghancuran sel darah merah), penyakit kuning dan kerusakan otak.
Read More..